Arjunawiwaha (Arjunawijaya)

Description

Cerita di Candi Jago (Arjunawiwaha)

Relief cerita ini dipahatkan pada kaki III, mulai dari sudut barat daya hingga sudut barat laut(secara prasawya)
Cerita ini diawali ketika Niwatakawaca seorang raksasa mengadakan persiapan untukmenyerang dan menghancurkan surga, kerajaan Dewa Indra. Berhubung raksasa itu tidakdapat dikalahkan baik oelh seorang dewa maupun seorang raksasa, maka Dewa Indramemutuskan untuk meminta bantuan dari seorang manusia. Pilihan jatuh kepada Arjuna yangsedang bertapa di Gunung Indrakila.

Sebelum Arjuna melaksanakan tugasnya, ia terlebih dahulu harus diuji ketabahannya dalammelakukan yoga, sehingga bantuannya sungguh membawa hasil seperti yang diharapkan.Ujian pertama datang dari dewi-dewi kahyangan, diantaranya Tilottama dan Suprabha, yangdiperintahkan untuk mengunjungi dan merayu Arjuna yang sedang bertapa. Tetapi usaha inisia-sia dan para dewi tersebut akhirnya kembali ke surga. Para dewa bersuka cita karenakesaktian Arjuna tetapi satu hal yang masih mereka sangsikan, apakah Arjuna melakukanyoga hanya untuk kepentingan pribadi semata-mata dan mengabaikan keselamatan oranglain. Untuk itu Dewa Indra turun sendiri ke dunia dan mengunjungi pertapaan Arjuna denganmenyamar sebagai orang tua bijak. Arjuna menyambutnya dengan penuh hormat, danterjadilah dialog penuh nasehat yang menguraikan tentang kekuasaan dan kebahagiaan dalammakna yang sejati. Arjuna memahami dan menegaskan maksud serta tujuannya melakukantapa brata, yaitu memenuhi kewajibannya selaku seorang ksatria serta membantu Yudhistirakakaknya untuk merebut kembali kerajaannya demi kesejahteraan dunia. Dewa Indra merasapuas dan mengungkapkan siapa dia sebenarnya serta meramalkan bahwa Siwa akan berkenankepada Arjuna.
Sementara itu raja para raksasa telah mendengar berita apa yag terjadi di Gunung Indrakila.Ia mengutus seorang raksasa bernama
mūka untuk membunuh raja.

Mūka merubah wujudmenjadi seekor babi hutan dan mengacaukan hutan-hutan disekitarnya. Arjuna terkejutdengan kekacauan tersebut dan lkeluar dari gua sambil mengangkat senjatanya. Pada saatyang sama, Dewa Siwa yang telah mendengar bagaimana Arjuna melakukan yoga denganbaik sekali, tiba dengan wujud seorang pemburu dari suku terasing yaitu orang-orang Kirata.Bersamaan, masing-masing melepaskan anak panah dan mengenai babi hutan tersebuthingga tewas. Kedua anak panah ternyata telah bersatu dan terjadilah perdebatan antaraArjuna dan orang Kirata itu, siapa yang telah menewaskan babi hutan tersebut. Perselisihanmemuncak dan terjadilah perkelahian di antara keduanya. Arjuna yang hampir kalahmemegangi kaki lawannya, tetapi pada saat itu wujud si pemburu lenyap dan berubahmenjadi Siwa kembali. Mengetahui hal ini Arjuna langsung menyembahnya dan kemudianSiwa memberi Arjuna sebuah panah sakti bernama
Pasupati
.
Ketika Arjuna tengah memperbincangkan apakah sebaiknya ia kembali ke sanak saudaranyadatanglah dua
apsara (makluk setengah dewa setengah manusia), membawa sepucuk suratdari Indra, ia minta agar Arjuna bersedia menghadap, membantu para dewa dalam rencanamereka untuk membunuh Niwatakawaca. Arjuna setuju dan dengan memakai kemeja ajaibdan sepasang sandal yang dibawa oleh kedua
apsara , mereka terbang ke surga, tempatkediaman Indra. Dewa Indra menerangkan keadaan yang tidak dapat menguntungkan bagipara dewa akibat niat jahat Niwatakawaca. Raksasa ini hanya dapat dibinasakan oleh seorang manusia, tetapi untuk membinasakannya terlebih dahulu harus mengetahui kelemahannya.Bersama Dewi Suprabha, Arjuna turun ke dunia menuju istana Niwatakawaca. Lewat bidadariSuprabha ini akhirnya Arjuna tahu kelemahan Niwatakawaca, yaitu terletak pada ujunglidahnya.

Setelah Arjuna mengetahui hal itu, ia mulai menghancurkan gapura istana Niwatakawaca.Niwatakawaca terkejut dan marah setelah tahu bahwa ia telah tertipu. Kemudian iamemerintahkan pasukannya agar menyerang para dewa. Terjadilah pertempuran sengit antarapasukan para dewa dan pasukan raksasa, dan Niwatakawaca terjun ke medan pertempuran,menceraiberaikan barisan para dewa yang dengan rasa malu terpaksa mundur. Arjuna yangikut bertempur berusaha menarik perhatian Niwatakawaca. Ia berpura-pura ikut terhanyutoleh barisan yang lari terbirit-birit tetapi busur telah disiapkan. Ketika raja para raksasa itumulai mengejarnya sambil berteriak-teriak dengan amarahnya, Arjuna menarik busurnya dananak panah melesat masuk ke mulut Niwatakawaca serta menembus ujung lidahnya.Niwatakawaca jatuh tersungkur dan mati. Para raksasa melarikan diri atau dibunuh dankemenangan menjadi mlik dewa. Mereka kembali ke surga dengan suka cita.

Kini Arjuna menerima penghargaan atas bantuannya. Selama tujuh hari di surga (tujuh bulandi bumi) ia akan bersemayam bagaikan seorang raja di atas tahta Dewa Indra. Setelah itumenyusullah upacara pernikahan sampai tujuh kali dengan ketujuh bidadari surga. Ketikatujuh bulan telah lewat Arjuna mohon diri kepada Indra, ia diantar kembali ke bumi olehMatali dengan sebuah kereta surga. Cerita ini diakhiri dengan ratapan para bidadari yang ditinggalkan di surga.

Metadata

Jl. Wisnuwardhana, Ronggowuni, Tumpang, Kec. Tumpang, Malang, Jawa Timur 65156
Bas-Relief
Indonesia, East Java, Malang, Tumpang

File modeling 3D dan File untuk Printout bersifat terbuka dan bisa di unduh segera gratis. Gunakan tombol download yang sudah kami sediakan.

Location information

Scroll to Top